The Forest of Wonka

       Hari ini, aku dan temanku berniat untuk pergi ke hutan yang diberi nama "Wonka". Kami berencana untuk tinggal 2 hari disana sehingga kami menyiapkan 2 tenda. Hutan ini dikenal sebagai hutan yang asri namun sedikit menyeramkan karena nuansanya yang rimbun dan sepi. 
      Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat pukul 05.00 pagi. Tidak lama kemudian kami melewati gapura yang bertuliskan "hutan wonka" yang berarti kami sudah sampai di tempat tujuan, suasananya yang gelap dan dingin membuat aku merinding. Tapi kami tetap melanjutkan perjalanan kami, setelah mobil berhenti kami segera turun. Aku melihat sekeliling, hutan wonka ini benar benar hutan yang gelap dan pohon pohon di sekitarnya sangat menjulang tinggi.
      Kami berjalan mengitari hutan itu, rumput dan tumbuhan yang tinggi membuat penglihatan kami sedikit terhalang. Setelah sudah cukup jauh kami menemukan sebuah rumah yang berdiri di tengah-tengah hutan itu. Aku benar benar kaget saat melihatnya, apakah masuk akal jika ada rumah yang berdiri di tengah hutan?. Aku segera memberi tahu teman-temanku, kami akhirnya mendekati rumah itu perlahan-lahan. 
       Rupanya rumah tersebut adalah rumah coklat, dinding rumah itu terbuat dari biskuit dan atap rumah itu terbuat dari coklat batangan. Sangat menggiurkan bagi siapapun yang melihatnua. Aku dan temanku semakin penasaran dengan rumah coklat itu. Akhirnya kami memasuki rumah coklat itu. 
         Seperti rumah pada umumnya, rumah coklat itu terdapat dapur, ruang tamu, dan kamar tidur, hanya saja rumah ini terbuat dari bahan-bahan yang manis. Ketika kami berkeliling di dalam rumah itu, aku tidak sengaja menemukan lemari yang terbuat dari emas. Sedikit berbeda dari furnitur lain yang terbuat dari makanan.
         Ketika aku membuka lemari emas itu, betapa aku di buat terkejutnya karena bukan sebuah pakaian atau barang yang terdapat di dalamnya namun sebuah tangga yang terbuat dari ice cream. Sepertinya tangga itu menghubungkan rumah ini dengan tempat yang lain. Perlahan aku menuruni tangga itu dengan memperhatikan sekeliling, tangga ini berada di dalam sebuah gedung yang terbuat dari ice cream. Aku melihat sekeliling sambil mencerna apa yang sedang aku lihat ini, teman-temanku juga mengagumi tempat ini meskipun di luar nalar.
         Aku pun sudah menuruni tangga itu, dan kini aku berada di depan pintu yang sangat besar. Ku suruh teman-temanku untuk membuka pintu itu. Betapa terkejutnya kami saat melihat pemandangan dimana terdapat sebuah kota yang di penuhi oleh rumah-rumah, bangunan, maupun barang yang terbuat dari bahan-bahan manis. Kami melihat beberapa orang disana, tapi itu seperti sebuah hewan qoukka yang terbuat dari coklat. Akhirnya aku mengajak bicara mereka berniat untuk menanyakan tentang tempat yang kami kunjungi ini.
Singkat cerita setelah aku bertanya banyak hal pada si qoukka coklat itu, aku memutuskan untuk segera kembali ke dunia ku yang sebenarnya. Karena kata qoukka itu dunia yang sedang kami kunjungi ini adalah dunia coklat, dimana semua bahan dasarnya terbuat dari coklat. Jika kami terlalu lama di dalam dunia coklat ini, kami akan terperangkap disini selamanya dan bisa saja berubah menjadi qoukka yang terbuat dari coklat. Lemari emas tadi lah yang menjadi pintu utama untuk kembali ke dunia asal kami.
     Kami segera kembali menaiki tangga dan keluar dari lemari emas kemudian ku tutup lemari itu. Kami pun berlari keluar rumah coklat ini berharap masih bisa kembali ke dunia asal. Saat aku buka pintunya akhirnya kami kembali ke hutan wonka yang menjadi tujuan utama kami. Namun anehnya suasana seperti sudah sore, ini membingungkan karena kami hanya memasuki rumah coklat itu sekitar 1 jam. 
         Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing dan membatalkan niat kami untuk tinggal di hutan wonka ini selama 3 hari. Setelah kejadian rumah coklat itu kami mulai mencerna, sepertinya rumah coklat yang kami temui adalah rumah ajaib. Kami merasa senang dapat kembali dengan selamat, dan kami juga merasa senang bisa mengetahui keajaiban yang ada.

Komentar